ADEGAN MALANG DI MUSIM PANAS


Adegan malang di musim panas
Ayah berdiri sedih menampung pilu
Uang sekolah anak bertumpuk tambah
Tak mampu lagi menanggung biaya sang anak

Dengan berat dia mendekat pada sang anak
Tetesan air mata jatuh di pipinya
Dia menggenggam tangan anaknya seraya berkata
"Anakku, maafkan ayah dan ibumu
Tak mampu lagi kami menyekolahkanmu"

Sang anak terdiam tak berdaya
mendengar ucapan ayah dan kepedihan ibunda
Tak ada kata yang dapat terucap
Hanya muka suram dan air mata penghibur di hari itu
Cita-citanya pudar terbakar keadaan malang

Wahai langit
Tengoklah hamba-hambamu ini
Biarkanlah rahmatmu menyelamatkan mereka
Kirimkanlah tangan-tangan yang rela memberi
Jangan biarkan kekurangan menjadi penghalang akan mimpi putranya.

Tidak ada komentar: