MESSAGGIO PER NETTUNO


Nettuno, perché hai portato via il mare?
Il ballo delle sue onde
Il ritmo del suo arrivo alla riva
L’azzurro prestito dal cielo

Nettuno, dove è il mare?
Dalla mia vista spariscono le navi
Tengo ancora il sorriso riservato ai marinai
La primavera dei sentimenti al porto di Roma

Nettuno, Quando arriva l’estate
Sanami dalla nostalgia del tuo mare
Riempimi con la bellezza della sua natura
Fammi sentire il calore del popolo del Mare

Roma aprile 2012-04-10 (3 giorni dopo la partenza da Civitavecchia)

PUISI CINTA


 

 



Matahari sebentar lagi akan terbenam
Dia bukan pergi untuk selama-lamanya
Dia hanya hilang sekecap
Karena esok dia akan menerangi wajahmu lagi.

***
 Biarkan deru ombak menemanimu
Mengiringi segala memori yang tertanam di benakmu
Ketika angin menyentuhmu halus
Percayalah rasa sayangku sedang menyelimutimu

***
Tak ada penghalang bagi hati yang mabuk asmara
Ketika hatinya tersentuh lembut
Dia terbelai mesra dan kehangatan meraba badannya
Penghiburan di malam yg kian gelap

***
Ombak ini membawa aku ke seberang sana
meninggalkan aku sendiri dalam keheningan
hanya jari2 meramas keyboard yang enggan capeh
Menanti waktu akan hadirnya kasih

***
Aku tak hau
Wajahnya masih tersembunyi di sudut sana
Hanya polesan kata membuat aku terpanah
Kutahu di hatinya padat dengan cinta
 
***
Kapan oh ombak
Kapan tirai ini terbuka lagi
menatap sang mawar yang indah
Penenang segala resah yang terpendam

DATANGLAH CINTAKU




Datanglah Cintaku
Hari Kasih Sayang telah tiba
Hangatkan aku dengan belaian-Mu
Menghapus segala dahaga cinta yang ada di hatiku

Datanglah cintaku
Biarkan udara segar kuhirup di hari yang manis ini
Berkicau bersama burung-burung
Berdendang bersama daun-daun yang ditiup angin

Datanglah cintaku
Biarkan Emmanuel menghidupkan daku
Biarkan hidup ini bukan hampa akan cinta
Tapi padat dengan kasih sayang

Datanglah cintaku
Biarkan hari ini diwarnai cinta ilahi
Bukan hanyut dalam asmara pelepas nafsu
Menggambar nuansa cinta perintis kecerahan

Suara halus menggoda aku di hari ini
Mengapa berbicara tentang cinta saat kau sendiri?
Oh ya, kusadar kesendirianku telah terhuni oleh-Mu
Teruslah menyetir cintaku sesuai kehendak-Mu

Kisah Jumpa di Awal Februari


(Puisi ini diciptakan oleh Bung Yance dan Bung Toni)

(Toni)
Bibir tak bisa mengucap
Kata tak bisa terurai
Ketika kisah jumpa
Berada pada pelamin kota abadi
Hanyalah senyuman dan tawa
Membuka meterai misteri kebersamaan

(Yance)
Teringat kisah beberapa tahun silam
Yang tersulam di tanah abang Rizal
Bersama kawan dari tanah pertiwi
Berjalan bersama tuk berkarya di ladang Tuhan
Membagi kasih pada sesama yang jauh dari tanah lorosae

(Toni)
Dalam petualangan dia ke tanah Leonardi Da Vinci
Aku menginjak tanah Paman Sam
Kini kami beroase pada daratan yang berlumurkan darah para martir
Bersatu dalam tekad tuk menjawab panggilan ilahi
Maju tak gentar, pantang mundur

(Yance)
Aku berpuisi ketika air langit membasahi kota ini
Bersama salju yg putih tak ternoda
Aku bermazmur mengagungkan misteri pertemuan
Padamu kawan …. SELAMAT DATANG.
Harus gimana lagi?
Ya, tidak, bergema keras
Kembali lagi potret yang tercoret
Mengusik hening hari ini
Awalmu kian mendekat
Kuungkap seuntai kata atau membisu melulu
Menutup buku yang belum habis terbaca
Entahlah…Biar dulu gelap lekas pergi.

MORNING OF JANUARY 24


You play “it is in the rain” this morning
You follow the rhythm of sunrise
Slowly moving with the vapor of the plants in the garden
It is a new day in Via Calandrelli

AKU DAN PELAUT ROMANIA


Aku begitu segan untuk berbincang dengan kamu
Kamu menyapa kami begitu kasar
Tatapan matamu begitu tajam dan manakutkan
Pakaianmu terselimuti hitamnya karbon
Aku anak Indonesia, kamu orang Romania
Mungkin cara kita berbeda.

Tujuh menit kita bersama
Mencoba memaparkan alasan kenapa aku di sini
Setengah mati kau mencoba untuk mengerti
Bahasa asing menjadi bahasa di pertemuan ini

Kau sodorkan aku sebatang rokok
Menawarkan aku sebotol coca cola
Pelan-pelan kau terlunak dalam persahabatan
Ah, ternyata manusia sama dalam kelembutan hati

Sekarang waktu berlalu begitu cepat
Aku harus pergi, kau mencari nafkah di kapal ini
Segala prasangka terbakar hangus oleh kebaikanmu
Cara kita memang berbeda, tapi hati kita bisa membagi kasih

Have a nice trip my Romanian friends! We have lived to the fullest the humanity on January 22, 2012.

MARINAIO





Visitare i marinai indonesiani in rada

Il vento soffia dall’oriente
L’onda del pianto fruttuoso ti porta all’occidente
Centinaia dei giorni obbligati ai rumori del motore
Sulla pancia del mare cammina la tua speranza
“Marinai, vincitori dei grandi sacrifici per futuri migliori”

Quando alla vista il porto si avvicina
Nell’animo tuo si risvegliano cumuli di sentimenti
Di ricordi, lontani nel tempo e nello spazio
Famiglia, parenti, amici, infanzia
E’ una primavera di sentimenti
Una primavera campestre dopo il duro inverno.

Nel tuo cuore deposita la fiducia
La mantella divina ti copre sempre
Arriverà l’atmosfera bella della tua casa 
L’amore non sia mai spento nel tuo viaggio.

with some Indonesians in Costa Concordia