ENG…NE NGGO DE NAKAN LAMI MORI ADAK

Di kamar ini saat matahari tak bersinar lagi
Di meja belajar dengan selembar kertas tak ternoda
Aku termenung, mengenang masa natal di tanah tersayang
Bersama ayah, ibunda, kakanda, adinda, segenap sahabat

Serentak aku berseru
Eng…Ne nggo de nakan lami mori adak
Pakaian natal yang terbelanja di pertokoan jawa
Terlipat rapih di peti kecil buatan tangan sang ayah
Harumnya kapur barus pengganti parfum di hari raya
Minyak Casablanca hanya tuk selaras dengan zaman
Eng…Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Menjelang malam natal saat matahari hampir terbenam
Bersama keluarga dan sahabat sejawat bergegas
Ke arah rumah Tuhan semua berlangkah
Eng….Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Di tengah jalan, dengan tegas ayah mengajak
“Pitakkkkkkk…tipa sendal….”
Ya….lumpuran menggantikan aspal di sepanjang jalan setapak
Celana natal hamba-hamba Allah ternoda
Kaki kecil terselimuti lumpur-lumpur yang lembut
Eng….Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Di dekat gereja, bersama sahabat kita berhenti sejenak
Menanggalkan sisa-sisa lumpur yang terlekat mesrah
Pelan-pelan sendal sunly terpakai lagi
Walau hanya sebentar lumpur-lumpur pun kembali melekat
Eng...Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Daat kaut e……si Enu berseru
Ketika tiba, hanya dapat tempat di luar
Umat Allah yang terdekat dalam sekejap sudah memadati gereja tua
Ya…dinginnya malam tak menghalang jiwa-jiwa menerima sang ilahi
Eng…Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Dalam gelapnya malam mereka berjalan pulang
Terantuk di batu-batu yang enggan bergerak
Ahhhhh…jeritan hamba-hamba menggema di malam yang tenang
Hanya bintang menjadi saksi di hari itu

Di jalan raya sana ada jualan orang jawa
Sang ayah singgah sebentar saja
Selembar ribuan tuk sebungkus roti surabaya
Ya…cara sederhana merayakan natal
Eng…….Ne nggo de nakan lami Mori Adak

Goloworok……Goloworok….di hatimu lahir sang Pengasih
Di hatimu yang tak menyerah pada padatnya Lumpur-lumpur menuju Rentung
Goloworok….di sana sang Penguasa datang dengan gembira
Pada yang berkorban di malam yang gelap
Mengarah pada gereja tua di dekat sawah yang melintang luas
Goloworok…jangan pernah pudar semangatmu
Karna dalam segala pengorbananmu Dia datang dengan gembira.

SI NANA YANG BERANGKAT DARI TANAH TERSAYANG




Hari itu ketika si nana bergegas ke tanah orang
berkelana mengejar cerah memperluas wawasan
mengadu nasib, mengais kasih
Dalam jiwa terpendam akan sinar indah 'tuk masa depan

Si nana menatap wajah-wajah yang lama dia kenal
Seakan tak tega melepas sang putra merana di tanah seberang
Tetesan air mata mengalir
Ya, tiba saatnya si nana tak menatap dalam waktu yang lama mereka yang telah lama dia
membagi kasih
Dari arah sana si ayah melangkah
mendekat pada si nana seraya berkata,
“Dalam cobaan yang menghalang, nana pait-pait nai!
Dalam kesedihan dan kesepihan, nana, neka gelang retang!
Dalam kegagalan, nana, neka putus asa!
Dalam keberhasilan, nana, neka tuku pucu!
Dalam segala perkara, nana, condo le mori mese!

Dari jalan raya si konjak berteriak keras “Ngger awo?”
Anggukan kepala tanpa kata, merasa saat telah datang tuk mengembara
Langkah si nana pelan dan agak berat
Pada tanah tersayang ia menginjak kaki yang terakhir
Dari banyak arah dia mendengar ucapan selamat jalan
Seraut harapan, “nana, dia dia lako”

Dari bemo “kasih sayang” dia melambai tangan
Pada sang ayah, ibunda, adik, kakak, nenek, kakek, om, tante,
teman sejawat, pada semua yang di tanah ini bersandar
Ya, akan teringak jelas oleh si nana bahwa di tanah asal tak ada orang yang tak dikenal
semua bersaudara, semua baku selamat

“Goloworok” di puncak bukit terlentang
Kampung tersayang pada si nana yang mengembara
Tanah seribu senyum dan wajah yang sangat ramah
Kopi panas dan tete laka, teko kolang dan daeng tapa, latung cero dan muku bopok,
Mbako kasar dan Gudang Garam, Ikang kencara dan Nuru acu, Saung lomak dan saung
ndaeng, rebok dan srabe ......ahhhhh banyak rasa, di tanah ini si nana merasa senang

Goloworok, putramu berangkat ke lembah tak dikenal
membawa senyummu pada sejuta jiwa yang mendamba kasih sayang
Satu saat nanti akan kembali mengulas cerita indah dari tanah sana
'Tuk sementara, doakanlah si nana dalam rantauannya.


SI NANA YANG BERANGKAT DARI TANAH TERSAYANG
(versione italiana)


In quel giorno il figliolo stava per partire nella terra straniera
Nell'avventura per cercare la luce e allargare l'orizzonte
mettere in gioco il suo destino, svelare l'amore
Nella sua anima nasconde la speranza d'una raggio di sole del suo futuro

il figliolo fissava lo sguardo alle facce che da tempo le ha conosciute
Sembrava non lo volevano lasciare sbarcare in altra terra
le lacrime scorrevano
Sì, è il momento il figliolo non può veder speso coloro che da tempo con lui hanno condiviso l'amore
D'altra parte il padre faceva un passo avanti,
Avvicinandosi al figliolo e diceva:
Nella tentazione, figliolo, tiene duro!
Nella tristezza e sentire solo, figliolo, non piangere subito!
Nel fallimento, figliolo, non rassegnare presto!
Nei successi, figliolo, non battere il petto!
In tutto, figliolo, metti tutto nelle mani di Dio!

Dalla strada l'assistente dell'autista gridava forte “Ngger awo?”
Muovere la testa senza parola, sentire il momento per sbarcare
Il passo del figliolo lento e un po' pesante
Sulla terra amata l'ultima volta metteva i piedi
Dalle diverse parti esso sentiva un saluto
Un pezzo di speranza, “figliolo, buon cammino!”

Dal Bemo “kasih sayang” essa muoveva le mani
Al padre, alla mamma, al fratellino, al fratello maggiore, al nonno, alla nonna, allo zio, alla zia, agli amici
della sua età, a tutti che in questa terra si appoggiano.
Sì, lui ricorderà chiaramente che nella terra di nascita non c'è nessun straniero
Tutti sono fratelli, tutti si salutano

“Goloworok” si distende sulla collina
Il Paesino amato al figliolo che se ne andava
La terra di mille sorrisi e i volti accoglienti
Kopi panas e tete laka, teko kolang e daeng tapa, latung cero e muku bopok,
Mbako kasar e gudang garam, ikang kencara e nuru acu, saung lomak e saung daeng,
rebok e srabe....ahhhhhhhh quanti gusti, in questa terra il figliolo sente la gioia.

Goloworok, suo figlio parte nel vale sconosciuto
Porta il tuo sorriso al milione d'anima che cerca l'amore
Un giorno tornerà raccontando la bella storia da quella terra
Pertanto, prega per tuo figlio nella sua avventura.



SI NANA YANG BERANGKAT DARI TANAH TERSAYANG
(English Version)
In that day the son is about to leave for strange land
In the adventure to search the light and to enlarge the horizon
Put on his destiny, to uncover the love
In his soul is hidden the hope of the sun ray for his future

The son stared on the faces that for long time he came to know
It seemed they didn't want to let him embark in another land
the tears felt down
Yes, it's a moment for the son not to see often those with whom he has shared love

From the other side the father stepped forward
Approaching the son and said:
in temptation, son, keep strong!
In sadness and loneliness, son don't cry immediately!
In failures, son, don't give up early!
In successes, Son, don't hit the chest!
In all, son, put them all in the hands of God!

From the street the assistent of the driver shouted loudly “Ngger awo?
Moves his head without any word, feel the moment to embark
The step of the son slow and a bit heavy
In the loving land the last time he puts his feet
From different parts he heard the greetings
A pieace of hope, “Son, have a nice journey!”

From Bemo “kasih sayang” he waves his hand
To the father, to the mother, to younger brother, older brother, the grandfather, the grandmother, the uncle, the aunt, to
the friends of his age, to all that in this they lean on
Yes, he will remember clearly that in the land of his birth there is no stranger
All are brothers, they all greet each other

“Goloworok” lays on the hill
The loving village to the son who went away
The land of thousand smiles and friendly faces
Kopi panas and tete laka, teko kolang and daeng tapa, latung cero and muku bopok,
Mbako kasar and gudang garam, ikang kencara and nuru acu, saung lomak and saung daeng, rebok and
srabe....ahhhhhhh how many taste, in this land the son feels the joy
Goloworok, his son departs in the unknown valley
Brings the smile to the million of souls that seach for love
One day will return telling the beautiful story of that land
For a time being, Pray for your son in his adventure.