NEL SUOLO DELL'INFERNO - DALAM LADANG NERAKA

L'anima sporcata
Il cuore macchiato
L'azione malvagia
Le parole brutte

Pian piano il fondamento crolla
L'anima s'allontana
verso il piacere del mondo
Nel suolo dell'inferno trova il domicilio

Dove va quell'anima che una volta era la luce luminosa?
Dove va quell'anima che nella vita passata dolcemente aggrappata nell'amore?

Forse non sa
Forse non saprebbe dire
Forse non le conviene sapere
Forse non vuole proprio sapere

Si sente solo, compie il male, la colpa
la tristezza, ….sì, il circolo velenoso
Senza forza si rassegna
Nel suolo dell'inferno il suo soggiorno

Nella preghiera sa pentirsi
A volte le gocce delle lacrime
In ginocchio al Signore si confessa
Ma … anche qui, l'anima va in vagabondo

Nella bellezza si è attirata
Nella ricchezza si è legata
Nella libertà senza limiti si appoggia
L'inferno, il suo suolo preferito

O Signore, tocca quest'anima persa
Prendila di nuovo al mantello del tuo amore
Nella sua avventura, guidala!
La forza, da Signore, ne ha bisogno molto.


DALAM LADANG NERAKA


Jiwa yang kotor
Hati yang ternoda
Perbuatan jahat
Kata-kata yang jorok

Pelan-pelan fondasi mulai retak
Jiwa yang merana
Pada kesenangan duniawi
Dalam ladang neraka dia mendapat tempat kediaman

Kemana pergi jiwa yang dulu bersinar gemilang?
Kemana pergi jiwa yang dulu dengan erat bersandar pada cinta?

Mungkin dia tak tahu
Mungkin dia tak ingin tahu
Mungkin tak baik baginya mengetahuinya
Mungkin dia hanya tak mau tahu

Dia merasa sendiri, berlaku cabul, merasa bersalah,
Bersedih...Ya, setangkai rantai yang beracun
Tanpa kekuatan dia menyerah kalah
Pada ladang neraka dia mengembara

Dalam doa dia sempat menyesal
Kadang-kadang setetes air mata
Dia berlutut, di hadapan Allah dia mengaku
Tapi...meski di sini, jiwa juga merana

Pada kecantikan dia tertarik
Pada kekayaan dia terikat
Pada kebebasan tanpa batas dia bersandar
Neraka, ladang kesayangannya

Ya Tuhan, sentuhlah jiwa yang hilang ini
Ambillah dia kembali ke dalam pelukan cintamu
Dalam perjalannya, bimbinglah dia
Kekuatan, berilah ya Tuhan, Dia sungguh membutuhkannya.


Roma, gennaio 2010

Tidak ada komentar: